Monday 19 August 2019

WISATA KRACA'AN WATU GONG CEPU BLORA


#AKAtrans Blora - Musim Kemarau yang selalu terjadi setiap tahunnya mengakibatkan puluhan embung dan juga sungai yang tersebar di Kabupaten Blora mengalami kekeringan, juga tak terkecuali terjadi pada sungai terpanjang di pulau jawa, yaitu sungai bengawan solo yang semakin hari semakin menyusut debit airnya.

Sungai yang melintasi kota Jati (Blora) dan juga kota minyak (Cepu) yang juga berbatasan langsung antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, ternyata menyimpan begitu banyak kisah indah. Selain bencana banjir saat musim penghujan tiba, penemuan emas atau juga barang peninggalan masyarakat lampau, saat kemarau tersimpan keindahan yang patut untuk dikunjungi, apalagi dijadikan destinasi wisata. Ya, destinasi wisata yang menyerupai Water Fall Niagara di Amerika sana.

Kracaan Watu Gong (Cepu) begitu masyarakat menyebutnya. Tepatnya berada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Sedangkan untuk menuju ke tempat tersebut tidaklah sulit, dari Kota Blora lebih kurang menempuh perjalanan selama satu jam yang berjarak sekitar 40 KM.

Melewati rute dari Kota Blora menuju ke timur arah Surabaya, setelah sampai di Terminal Cepu, ambil kanan arah Bandara Arya Panangsang, Cepu. Kracaan sendiri merupakan air terjun kecil yang berada di tengah-tengah sungai bengawan solo, yang menghasilkan suara kracak (gemericik) syahdu, sehingga warga sekitar menyebutnya Kraca'an.

"Dulu, Warga setempat secara spontan menyebutnya dengan nama Kraca'an," tutur Hamam (42) warga sekitar.

Kebanyakan pengunjung yang datang jauh-jauh dari Blora, Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya mengatakan, mereka bersama teman-temannya mendengar ada wisata unik yang hanya ada saat kemarau dari media sosial, sehingga mereka memutuskan untuk berangkat melihat fenomena alam tersebut.

KRACA'AN WATU GONG CEPU BLORA
 
"Di media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram sangat ramai dan mereka sering mengupload foto mereka, jadi sangat tertarik, langsung deh datang kesini," ungkap salah satu pengunjung.

Kebanyakan pengunjung berharap agar sarana prasarana seperti keselamatan para pengunjung dan sampah lebih diperhatikan lagi oleh pihak terkait. Karena untuk tempat sampah di area Kracaan sangat minim, sehingga para pengunjung membuang sampah sembarangan.


#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..



#RentalMobilBlora
#RentalMobilCepu
#SewaMobilBlora
#SewaMobilCepu

Monday 12 August 2019

WISATA AIR TERJUN PUTRI NGLIRIP TUBAN


#AKAtrans Blora - Air terjun Putri Nglirip merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat pecinta travelling, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dari luar negeri. 

Destinasi unik nan eksotis ini Lokasinya berada di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Air terjun Putri Nglirip Tuban ini kalau dari pusat kota Tuban berjarak kurang lebih 35 km. Jalan dan akses menuju ke lokasi wisata air terjun Nglirip ini pun tak rumit. Sepanjang perjalanan menuju lokasi kita akan menemui Belantara hutan jati dan sebagian pegunungan Karst.

Obyek Wisata Air terjun Putri Nglirip Tuban ini sangat cantik dan mempesona dengan airnya yang berwarna hijau tosca. Ketinggiannya mencapai sekitar 50 meter yang bersumber dari Hutan Karawak. Rimbunnya pepohonan disekitar air terjun juga menambah daya pesona tersendiri. Selain itu disekitar lokasi, terdapat gardu pandang juga beberapa warung kayu yang menjual makanan maupun minuman. Kelengkapan warung dan gardu pandang ini menambah kelengkapan di wisata air terjun Putri Nglirip ini untuk memanjakan pengunjung yang sedang lapar dan dahaga.

Ada beberapa cerita mitos dan mistis di kawasan air terjun Putri Nglirip Tuban ini. Mitos yang dipercaya secara turun temurun mengenai air terjun Putri Nglirip Tuban, berawal dari adanya seorang gadis desa yang berparas cantik. Salah satu adipati Tuban (Era Pra Majapahit) terpikat dan meminangnya. Dari hasil pernikahan, mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang diberi nama Joko Lelono. Setelah dewasa Joko Lelono memiliki seorang kekasih yang berasal dari kaum miskin. Mendengar hal tersebut, orang tuanya menentang. Akibatnya Joko Lelono pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Konon ceritanya ia meninggal di tangan prajurit yang diperintahkan oleh ayahnya untuk membunuh Joko Lelono ini.
AIR TERJUN PUTRI NGLIRIP TUBAN
Lantas, Gadis miskin itu pun pergi ke sebuah gua yang terdapat di sekitar air terjun Putri  Nglirip untuk bertapa. Ia merasa patah hati dan mengisolasi dirinya sendiri, tak seorang pun ingin dijumpai. Masyarakat sekitar percaya jika saat ini, sesekali putri Nglirip muncul untuk mengambil air yang terdapat di air terjun Putri Nglirip ini. Akibatnya hingga kini, mitos yang berkembang ialah larangan orang pacaran untuk berkunjung ke Air Terjun Putri Ngelirip. Mitos yang berkembang kalau ada yang pacaran di sekitar air terjun Putri Nglirip maka Putri Nglirip akan merasa terganggu, jikalau telah bersuami istri maka tidak apa-apa. Dari cerita mitos ini jika pasangan yang sedang memadu kasih atau pacaran di sekitar kawasan air terjun Putri Nglirip maka pasangan tersebut akan putus setelah 40 hari berkunjung ke tempat itu.

Begitulah sekelumit informasi tentang mitos air terjun Putri Nglirip Tuban yang sampai saat ini masih menyimpan misteri. Walaupun demikian, air terjun Putri Nglirip selalu ramai dikunjungi oleh kawula muda untuk menikmati pemandangan yang ada di sekitar kawasan air terjun Putri Nglirip nan elok ini.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..




#RentalMobilBlora
#RentalMibilCepu
#SewaMobilBlora
#SewaMobilCepu

Saturday 10 August 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH WALISONGO SUNAN BONANG


#AKAtrans Blora - Sosok Sunan Bonang yang bernama asli Syech Maulana Makhdum Ibrahim Putra dari Raden Ali Rahmatullah atau yang kita kenal sebagai Sunan Ampel bin Syekh Ibrahim Asmaraqandi. Syech Ibrahim Asmaraqandi kakek Sunan Bonang memiliki nama asli Ibrahim Al-Ghazi bin Jamaluddin Husein merupakan ulama terkemuka berdarah Turki-Persia dari daerah Samarkand, di negeri Uzbekistan. Sekitar akhir abad ke-14, Syech Ibrahim Asmaraqandi tinggal di Yunan, Cina Selatan. Nama Sunan Bonang ternyata juga untuk mengakomodir nama kakeknya, Ibrahim Al-Ghazi.


Untuk garis keturunan perempuan, ibunya bernama Dewi Candrawati atau disebut Nyai Ageng Manila, putri dari Arya Teja, seorang Adipati Tuban era Kerajaan Majapahit masih berdiri. Sunan Bonang lahir pada tahun 1448 M di Tuban, mempunyai 8 saudara, salah satunya Raden Qasim yang kita kenal sebagai Sunan Drajat. Masa muda Sunan Bonang banyak dihabiskan untuk menimba ilmu dari ayahandanya, Sunan Ampel. Selain itu, Sunan Bonang juga menimba ilmu kepada Syech Maulana Ishak, dari kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Sunan Bonang dikenal sebagai penyebar Islam yang menguasai ilmu fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur dan ilmu kedigdayaan.


Saat kita memasuki kompleks makam Sunan Bonang yang berada di Dukuh Kauman, Kelurahan Kutorejo, Tuban, peziarah akan menemui bukti fisik antara lain ada tiga gapura. Gapura pertama berbentuk regol, kedua dan ketiga berbentuk Paduraksa. Gapura yang memiliki corak Hindu-Buddha ini seperti menandakan peziarah telah memasuki sebuah komplek tempat suci, atau bangunan penting yakni makam salah seorang wali yang sangat disegani.


Lalu Memasuki gapura kedua, pengunjung akan melihat Masjid Astana Bonang, sebagai zawiyah (tempat menyepi) Sunan Bonang. Disebelah utara masjid ini, kita dapat melihat Gapura Paduraksa, gapura ketiga yang ada di kawasan makam ini. Di gapura ke dua dan ketiga, terdapat hiasan piring dengan ornamen motif bunga dan tulisan Arab. Tulisan tersebut salah satunya tertulis nama empat Khalifaturrasyidun antara lain, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Ada sekitar 30-an piring dengan ornamen bunga yang menghiasi Gapura Paduraksa. Peziarah juga bisa melihat tembok kelir dengan 15 piring porselin.


Kemudian peziarah akan menemui ratusan makam dengan jalan setapak (semacam lorong) terbuka yang sudah beratap dan petunjuk arah menuju cungkup makam Sunan Bonang. Cungkup makam Sunan Bonang terletak di tanah yang agak rendah. Terlihat sebuah tangga kecil dari batu dan sebuah pintu dari kayu jati menuju ke dalam Makam Sunan Bonang. Para peziarah yang mendatangi Makam Sunan Bonang duduk bersila dan membaca bacaan seperti Surat Yasin dan Tahlil. Namun, peziarah juga bisa membaca wirid berupa surah Al-Fatihah 50 kali, surah Al-Ikhlas 50 kali, shalawat 300 kali. Konon Bacaan ini wirid kesukaan Sunan Bonang semasa hidupnya.


Sekitaran area Makam Sunan Bonang terdapat bale-bale (pendopo paseban, pendopo rante, dan pendopo tajuk) peninggalan Sunan Bonang saat beliau melaksanakan pendidikan dan syiar agama. Bangunan pendopo itu bentuknya limas, umpak-umpak yang berwarna putih dan terbuat dari tulang ikan. Adanya bangunan paseban, adanya ukiran-ukiran yang eksotis khas kesenangan Sunan Bonang yang indah dengan motif sulur-sulur daun dan hiasan tumpal, serta beberapa peninggalan purbakala seperti tempayan, yoni, pipisan dan peti batu yang tersimpan di pendopo rante.


Penyebaran agama Islam oleh Sunan Bonang dilakukan dengan cara unik dan berbeda dengan sunan lainnya. Sunan Bonang merupakan salah satu sunan yang dikenal tidak hanya cerdik dan fleksibel dalam berdakwah, tetapi beliau juga dikenal memiliki karamah yang hebat menurut masyarakat Jawa. Menurut sejarawan Agus Sunyoto, dakwah Sunan Bonang disebuah daerah di Singkal, Nganjuk mengadakan upacara kenduri menandingi upacara agama Tantrayana dilakukan oleh petinggi-petinggi Majapahit dengan sekte yang disebut sebagai Bhairawa Tantra.


Tantrayana adalah sebuah agama yang memuja dewi bumi, dewi pertiwi, dan durga, dewi sungai. Mereka jika beribadah dengan duduk melingkar di setra. Sebuah setra yang terbesar terdapat di Majapahit yang disebut dengan Setralaya, sekarang disebut dengan Troloyo. Ritual dengan lingkaran itu disebut dengan upacara pancamakara atau lazim disebut sebagai Molimo (Mamsha artinya daging, Matsya artinya ikan, Madya artinya minuman keras, Maithuna berarti seksual, Mudra berarti semedi).


Dalam upacara tersebut lelaki perempuan dalam keadaan telanjang, di tengah lingkaran tersebut ada makanan yang terbuat dari daging, ikan dan minuman keras. Setelah selesai, kemudian mereka melakukan persetubuhan bersama. Setelah nafsu mereka terpenuhi, dalam keadaan tanpa nafsu mereka melakukan semedi.


Saat mencapai level tertinggi Mamsha dari daging hewan diganti dengan daging manusia, Matsya dari ikan biasa diganti dengan ikan Suro, dan Madya dari minuman keras diganti dengan darah manusia. Salah satu pendeta Bhairawa Tantra yang terkenal adalah Adityawarman. Di Kediri, Jawa Timur pedalaman adalah penganut terbesar Bhairawa Tantra.


Karena melihat ritual seperti itulah, Sunan Bonang menandingi dengan membuat acara yang sama di daerah Singkal, Nganjuk, Jawa Timur. Di tempat tersebut, beliau mengadakan upacara serupa, membentuk lingkaran dan pesertanya semuanya laki-laki dan berdoa. Acara ritual itu disebut dengan kenduri atau selametan. Acara ini kemudian berkembang dari satu kampung ke kampung lain. Karena telah berhasil memimpin ritual tersebut, maka Sunan Bonang mendapatkan gelar Sunan Wahdat Cakrawati, (pemimpin upacara berbentuk lingkaran).


Syech Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang ditunjuk sebagai imam pertama Masjid Demak, dan diberi gelar Imam Guru Suci. Keberhasilan dakwahnya dibantu dengan Sunan Kalijaga yang memberi warna lokal pada upacara keagamaan seperti Idul Fitri, perayaan Maulid Nabi, dan peringatan Tahun Baru Islam. Sunan Bonang berhasil menciptakan asimilasi dan akulturasi budaya manusia yang lebih beradab dan tidak meninggalkan ciri asli budaya Jawa.


DEPAN PINTU MASUK MAKAM SUNAN BONANG
Selanjutnya Upacara Sekaten dan Grebeg Maulid adalah warisan budaya yang diciptakan Sunan Bonang. Di dunia pewayangan, beberapa lakon carangan pewayangan telah digubah dengan kaidah Islam, seperti Petruk Dadi Ratu, Layang Kalimasada, Dewa Ruci, Pandu Pragola, Semar Mbarang Jantur, dan Mustakaweni.


Sedangkan di dalam dunia kesusastraan, Sunan Bonang dikenal sebagai penyair yang profilik, sekaligus penulis risalah estetika sufi yang dikenal dengan ilmu tasawuf. Dunia musik pun tak luput dari sentuhan beliau, gamelan Jawa digubah dengan memasukan instrumen baru seperti rebab Arab dan kempul Campa yang kemudian disebut bonang. Bonang merupakan sejenis kuningan yang ditonjolkan bagian tengahnya. Bila benjolan dipukul dengan kayu lunak akan menimbulkan suara yang merdu di telinga pendengar bahkan dapat menggetarkan hati. Musik gamelan gubahannya menyajikan orkestra polifonik yang mediatif dan kontemplatif. Sebagai maestro pembaharu budaya, Sunan Bonang membuat beberapa kidung seperti Tombo Ati yang melegenda di telinga masyarakat Indonesia.


Lalu di dunia arsitektur, Sunan Bonang berperan dalam menyediakan satu dari empat soko guru Masjid Agung Demak pada tahun 1478 masehi. Sunan Bonang merupakan guru dari Raden Patah putra Raja Brawijaya V Majapahit, guru para wali seperti Sunan Kalijogo. Sunan Bonang Wafat pada tahun 1525 Masehi.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

#RentalMobilBlora
#SewaMobilBlora
#RentalMobilCepu
#SewaMobilCepu

Friday 2 August 2019

WISATA PANTAI PASIR PUTIH - WATES, REMBANG


#AKAtrans Blora - Ternyata ada juga Pantai Pasir Putih di Rembang. Dan destinasi ini lumayan 'ngeh' dengan tampilan yang lebih menawan guys.

Sebuah Pantai pasir putih yang terletak di dusun Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, ini kini tampil lebih keren, loh! Jika kita melakukan perjalanan di jalur pantura sebelah timur Semarang menuju Surabaya, maka kita bisa mampir ke sana. Sebelum memasuki kota Rembang, berada di sisi kiri jalan ke arah Surabaya. Ada papan petunjuk jalan yang terpampang sebagai tanda letak pantai tersebut. Ketika memasuki gang ke arah pantai, disambut oleh pohon Cemara Udang yang berjajar di tepi jalan. Dulunya sih ditanami pohon Memba, sekarang digantikan oleh pohon Cemara yang khas dan eksotis.

Hmm... Beberapa tahun lalu, jika kita sudah pernah  berkunjung ke pantai ini,dulunya adalah sebuah pantai yang masih alami (Perawan). Belum dijadikan destinasi obyek wisata seperti sekarang ini. Pantai yang memiliki pasir putih ini, dulunya masih di tumbuhi tanaman Pandan Laut yang memiliki daun berduri. Beberapa pohon Waru yang berjajar di tepi pantai. Tetapi sekarang telah dipercantik dengan ditanami pohon Cemara. Sepanjang pantai berjajar pohon Cemara yang membaris rapi. Bahkan di salah satu tempat yang dulunya adalah tanah lapang yang hanya ditumbuhi rerumputan dan untuk menggembala sapi, sekarang dijadikan Kawasan Hutan Cemara nan indah.

Ada beberapa spot cantik juga ada di sana. Bisa untuk berswa foto. Sangat istagramable. Di zaman now seperti saat ini, cocok. Di mana orang cenderung suka memposting foto untuk megisi media sosial mereka dengan gambar-gambar cantik sebagai sarana sosialisasi. Seperti tulisan Love Wates yang ditata cantik dengan latar belakang pantai. Pemandangan alami yang memang sudah cantik, maka hasil foto akan menjadi keren dan eksotis.

Kemudian ada juga sebuah jembatan yang menyerupai dermaga yang menuju pantai yang sengaja dibuat untuk menuju ke arah pantai lebih dalam. Membawa kita seolah-olah berada di tepi lautan lepas. Angin yang menderu seolah sedang menari bersama ombak, menjadikan kita lebih Mampu memahami akan keindahan alam. Bercanda dengan alam, Meski hanya lewat deruan angin laut disertai tarian ombak. Dan Jika kita mau, kita bisa menceburkan diri ke pantai, basah oleh air laut. Bahkan kalau kita bisa berenang kita bisaa lebih ketengah lagi bersendau gurau dengan cemara yang berterbangan diatas pantai.

Kita juga bisa Hunting kerang kecil yang sudah tak berpenghuni, Bermain pasir putih jadikan Istana juga  Bisa untuk mengekspresikan diri, dengan menulis sesuatu di tepi pantai. Tentang suatu rahasia, kemudian dibiarkan tersapu oleh ombak. Tak akan ada orang yang tahu, karena sudah terhapus, rahasia itu terbawa ombak mewarnai dan menyelami laut selamanya.. 😋


PANTAI PASIR PUTIH REMBANG
Rimbunan Hutan Cemara, yang gemerisik daunnya tertiup angin. Seolah menyanyikan sebuah lagu, Simbol bahwa alampun berinteraksi dengan kita.Masih cukup banyak pohon Pandan Laut yang berduri, dibiarkan menetap di tepi pantai. Menambah cantik nan seksi pantai pasir putih ini. Beberapa Kayu yang kering teronggok di tepi pantai, memberi kesan alami. Bisa dijadikan pertanda, bahwa di sana, alam memiliki kehidupan. Pepohonan berinteraksi dengan lingkungan. Ada yang mati karena telah tua, ada yang baru bertumbuh. Semuanya bisa dinikmati dan tentunya kita jaga kelestarianya.

Saat mentari sudah menyingsing menuju ke tempat peristirahatanya, kita akan menikmati dan menyapa Sunset. dengan kemilau oranye terang, sedikit demi sedikit menenggelamkan dirinya di ufuk barat. Senja tiba. Terang beranjak pergi. Gelap akan datang. Siklus alam sedang menjalani takdirnya.

Hmm.. saat kita merasa lapar dan haus tapi masih ingin menikmati pantai pasir putih di Wates ini, maka jangan khawatir, karena di sana sudah berjajar warung yang bisa dikunjungi. Berbagai makanan siap saji, menunggu pembeli, sembari mereka menikmati indahnya pantai pasir putih. Kita bisa memilih beraneka menu Khas Pantura di deretan pusat kuliner tepi panti ini.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Sunday 28 July 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH RADEN FATAH (RAJA MUSLIM PERTAMA DI JAWA)


#AKAtrans Blora - Jika kita akan menghabiskan liburan di Demak, traveler bisa menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Kesultanan Demak Bintoro di area Masjid Agung. Makam sultan seperti Raden Patah dan para abdinya pun ada di sini.

Wisata religi dengan ziarah ke makam menjadi salah satu pilihan yang pas. Seperti ziarah ke makam Kesultanan Demak Bintoro di kompleks Masjid Agung Demak, Demak, Jawa Tengah.

Saat kita berkunjung ke kompleks makam Kesultanan Bintoro Demak atau Kesultanan Demak tersebut, Makam itu bisa ditemukan di bagian belakang Masjid Agung Demak yang sangat sarat dengan nilai sejarah tersebut.

Di kompleks makam ini, kita bisa melihat makam dari raja-raja Demak beserta para abdinya. Seperti sultan Demak yang pertama yaitu Raden Fatah, Sultan Demak II Raden Pati Unus, serta Sultan Demak III Raden Trenggono.

Selain sultan, makam para pangeran dan istri, Putri Champa, hingga Syekh Maulana Maghribi juga ada di sini. Putri Champa sendiri berasal dari Kerajaan Champa di Vietnam dan merupakan ibunda dari Raden Fatah.

Masjid Agung Kesultanan Demak Bintoro
Sementara itu, Batu nisan di komplek makam ini berbeda-beda ukuran dan warnanya. Ada yang berwarna putih, ada pula yang cokelat. Makam Raden Patah misalnya, warnanya cokelat muda dan lebih tinggi dari makam lain.

Saat kita berada di area makam, kita bisa menyaksikan beberapa pengunjung yang duduk di lantai dekat pagar pembatas makam. Lantai berkeramik putih itu memang biasanya ditempat orang-orang yang ziarah. Ada yang tampak duduk dan terdiam, ada pula pengunjung yang membaca Kitab Suci Al Quran.

Sedangkan di pagar pembatas makam terdapat tulisan jadwal ziarah makam Raden Fatah adalah hari Kamis Wage pukul 17.00 WIB hingga Jumat Kliwon pukul 17.00 WIB. Sedangkan untuk Raden Trenggono pada malam Jumat Kliwon pukul 19.30-21.00 WIB. Namun di luar waktu tersebut tetap banyak yang datang untuk ziarah.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Thursday 25 July 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH WALISONGO SUNAN KALIJAGA


#AKAtrans Blora - Makam salah satu Wali dari jajaran walisongo ini terletak di Desa Kadilangu, Kab Demak, (Bintoro), Jawa Tengah. Kalau dari kota Semarang arahnya ketimur, bila ditempuh dengan kendaraan roda 4 kurang lebih satu hingga satu setengah jam perjalanan.

Makam keramat kadilangu atau makam kanjeng Sunan Kalijaga cukup mudah di temukan karena di sepanjang jalan ada rambu-rambu atau petunjuk jalan yang memang mengarah ke Masjid Kadilangu (Makam Sunan Kalijogo). Bahkan bagi orang awam sekalipun yang tidak hafal jalan, dapat dengan mudah menemukannya, Kita bisa bertanya kepada masyarakat sekitar Demak, mereka pasti sangat tahu dimana alamat makam keramat Sunan Kalijogo atau petilasan Sunan Kalijogo.

Kanjeng Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali Songo yang memiliki kesaktian tinggi, beliau juga ikut ambil bagian dalam pembangunan Masjid Agung Demak, yang terkenal dengan soko kayu. Selain dikenal sakti Kanjeng Sunan Kalijaga juga terkenal “Mandi Pangucape” (Ucapannya Manjur/ampuh), apapun yang keluar dari mulut Sunan Kalijaga bisa terwujud. Tak heran jika makam beliau banyak didatangi oleh orang-orang penting untuk ngalap berkah, Banyak yang percaya bahwa datang kemakam  kadilangu, dan berdoa disana, maka akan dimudahkan Rejekinya, di naikkan jabatannya, dipermudah jodoh, cepat mendapatkan apa yang diingnkannya dan juga menjadikan hati tenang dan menjauhkan dari segala persoalan hidup. Dan itu semua tentunya dengan Izin Gusti Allah SWT, Sang Penguasa Kehidupan di bumi dan juga langit.

MASJID AGUNG DEMAK (BINTORO)
Makam Sunan Kalijaga sangat ramai di kunjungi oleh para peziarah, mereka datang dari berbagai penjuru tanah air. Tidak hanya masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya saja, bahkan yang dari luar Jawa pun dapat di jumpai disana. Tak hanya masyarakat biasa, bahkan para pejabat tinggi, artis-artis dan para tokoh-tokoh negara tidak sedikit yang berkunjung ke makam Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu ini.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman.. 

Tuesday 23 July 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH WALISONGO SUNAN KUDUS


#AKAtrans Blora - Sudah menjadi tradisi, bahwa tujuan utama orang ke Kota Kudus selain menikmati suasana kota yang asri, biasanya sebagai rangkaian ziarah Walisongo atau banyak orang menyebut sebagai Tour De WalisongoYa, di Kota Kudus inilah salah satu Walisongo, yaitu Sunan Kudus Raden Ja'far Shodiq di makamkan tepatnya di belakang Masjid Al Aqsha Menara Kudus.

Hampir Setiap hari para peziarah yang datang ke makam ini bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung biasanya berasal dari berbagai penjuru, jumlah ini akan terus bertambah jika musim liburan sekolah tiba. Hal ini disebabkan, sekolah-sekolah tertentu menjadikan makam para wali ini sebagai ajang ziarah sekaligus berwisata mengisi liburan.

Jangan kaget, jika musim liburan tiba jumlah kendaraan yang diparkir mencapai ratusan setiap harinya.

Jika naik bus atau rombongan, dari lahan parkir yang luas ini disediakan berbagai alat transoprtasi yang dapat dipilih oleh para peziarah atau wisatawan, ada ojek sepeda motor, dokar, atau kendaraan angkutan khusus dengan tarif yang sama. Perjalanan menuju ke makam Sunan Kudus cukup mengasyikan dengan pemandangan sudut-sudut Kota Kudus tempo dulu yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang.

Yang juga menarik adalah Pemandangan kota tua dengan bangunan kuno dan juga gang-gang sempit dengan bangunan yang menjulang tinggi. Setelah menikmati pemandangan kota tua selama kurang lebih 20 menit kita akan tiba di Komplek Masjid Menara Kudus dan juga Makam Sunan Kudus yang masyhur berbaur dengan ratusan peziarah yang datang silih berganti.
Menara Masjid Kudus Saat Bulan Purnama
Setelah puas berziarah dan melihat keindahan masjid Kuno peninggalan para wali ini kita bisa melanjutkan perjalanan ke Muria, yaitu sebuah gunung yang juga menjadi maskot Kabupaten Kudus, yang di atasnya juga bersemayam Raden Said Sunan Muria yang juga merupakan bagian dari Walisongo.
Tidak mengherankan, jika dimusim liburan seperti ini makam Sunan Muria juga tidak pernah sepi dari peziarah, selain mengharap berkah pada Sunan Muria para peziarah juga bisa menikmati keindahan pemandangan Gunung Muria yang asri dengan Air Terjun Monthelnya.

Demikian sedikit info bagi para pembaca yang ingin mengisi waktu liburan, berwisata sambil berziarah menelusuri jejak para Walisongo di Kota Kudus dan juga Gunung Muria. Sesampainya di kota ini Kita jangan lupa menu masakan khas Kota Kudus, seperti soto Kudus, lenthog Kudus, dan juga oleh-oleh jenang Kudus.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Saturday 20 July 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH SYECH JANGKUNG (SARIDIN)


#AKAtrans Blora - Hampir sebagian besar warga Pati, Jawa Tengah dan sekitarnya, nama Syekh Jangkung tidak bisa dilepaskan dengan cerita mengenai kesaktian Syekh Jangkung atau juga dikenal sebagai Saridin yang begitu melegenda. Menurut Babad Pati, Saridin adalah anak angkat Ki Ageng Kingiran yang ditemukan di pinggir sungai. Lalu oleh Ki Ageng Kingiran bayi tersebut diambil dan diberi nama Saridin. Selama ini Ki Ageng Kingiran memang mendambakan anak lelaki meski telah memiliki putri yang bernama Sumiyem.

Saat sudah dewasa Sumiyem diperistrikan oleh seorang laki-laki bernama Branjung, sedangkan Saridin dikawinkan dengan gadis bernama Sumirah.Dalam satu versi dikisahkan jika Saridin muda pernah berguru ke Sunan Kalijaga sehingga dia ini memiliki ilmu kesaktian yang cukup lumayan. Seiring perjalanan waktu Ki Ageng Kingiran orangtua angkat Saridin yang sudah tua berpesan, jika dia meninggal, maka pohon durian miliknya akan diwariskan kepada Saridin dan Branjung suami dari Sumiyem. Ki Ageng Kingiran berpesan jika siang durian tersebut merupakan bagiannya Branjung sedang kalau malam bagiannya Saridin. Bila ada yang jatuh siang menjadi rejeki Branjung sedangkan kalau jatuh malam hari maka rejekinya Saridin.

Ternyata durian tadi kalau siang tidak ada yang jatuh. Sedangkan kalau malam banyak yang jatuh. Branjung mulai merasa iri hatinya dan timbul dalam pikirannya ingin menyamar menjadi harimau untuk menakut-nakuti Saridin. Setelah merubah dirinya menjadi harimau maka segera memanjat pohon durian, Saridin tahu kalau ada harimau di pohon durian segera ditombak kena dan mati. Setelah harimau mati, berubah lagi menjadi manusia. Oleh petinggi Pati, Saridin didakwa telah melakukan pembunuhan sehingga harus dijatuhi hukuman. 

Kemudian Saridin dipenjara oleh penguasa Pati. Sebelum dipenjara, Saridin bertanya apakah boleh pulang jika kangen anak dan istrinya.Petugas menjawab “boleh, asal bisa” . Dan terbukti beberapa kali Saridin bisa pulang, keluar dari penjara di malam hari dan kembali lagi esok harinya. Hal ini tentunya membuat penguasa Pati jengkel lalu Saridin dikenai hukuman gantung. Tapi saat digantung para petugas tidak mampu menarik talinya karena terlalu berat.

Saridin menawarkan ikut membantu, dijawab oleh Adipati “boleh, asal bisa”. Dan karena izin itu Saridin lepas dari talinya, lalu ikut menarik tali gantungan. Adipati semakin murka, dan menyuruh membunuh Saridin saat itu juga. Lalu Saridin memutuskan melarikan diri dan berguru pada Sunan Kudus. Di sini Saridin tidak berhenti menunjukkan kesaktiannya, malah semakin menonjol. Saat disuruh bersyahadat oleh Sunan Kudus, para santri lain memandang remeh pada Saridin, apa mungkin dia bisa mengucapkannya dengan benar. Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan semua orang. Saridin justru lari, memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi, dan tanpa ragu terjun dari atasnya. Sampai di tanah, dia tidak apa-apa. Semua pada heran pada apa yang terjadi.

Sunan Kudus menjelaskan, bahwa Saridin bukan cuma mengucapkan syahadat, tapi seluruh dirinya bersyahadat, menyerahkan seluruh keselamatan dirinya pada kekuasaan tertinggi. Kalau sekedar mengucapkan kalimat syahadat, anak kecil juga bisa. Namun Saridin masih tetap dilecehkan oleh para santri. Saat ada kegiatan mengisi bak air untuk wudhu, Saridin bukannya diberi ember, malah diberi keranjang. Tapi dengan keranjang itu pula Saridin bisa mengisi penuh bak air. Saat Saridin mengatakan bahwa semua air ada ikannya, tidak ada yang percaya. Akhirnya dibuktikan, mulai dari comberan, air kendi sampai air kelapa, ketika semua ditunjukkan di depan Saridin, semua ada ikannya.

Mungkin Karena Saridin terlalu jumawa dan pamer kelebihan sehingga dia akhirnya diusir Sunan Kudus, harus keluar dari tanah Kudus. Singkat cerita, Saridin lalu bertemu dengan Sunan Kalijaga gurunya terdahulu. Kemudian Saridin diperintahkan untuk bertapa di lautan, dengan hanya dibekali dua buah kelapa sebagai pelampung. Tidak boleh makan kalau tidak ada makanan yang datang, dan tidak boleh minum kalau tidak ada air yang turun.

Pasca berhari-hari bertapa di laut dan hanyut terbawa ombak akhirnya dia terdampar di salah satu kerajaan di Pulau Sumatera yang belum masuk dalam kekuasaan Kerajaan Mataram. Raja tersebut menganggap remeh Sultan Agung. Saridin menyela omongan Raja tersebut, dia merasa terpanggil sebagai seorang yang sama-sama dari Tanah Jawa. Dia mengaku sebagai hamba Mataram yang mau menguji kesaktian dengan sang raja.

“Aku bisa menghitung kekuatan pasukan kerajaan ini, yang paduka gelar di alun-alun kerajaan,” kata Saridin. Ribuan pasukan itu telah siap siaga untuk melawan Sultan Agung Mataram.“Ya, coba kalau bisa kamu menghitung ribuan pasukanku dengan tepat, aku akan mengaku kalah sama kamu, Saridin,”.  

Kemudian Saridin melesat dengan cepat ke atas, berlari dari ujung ke ujung tombak yang mengacung ke langit. Semua dihitung dengan cepat seperti kilat. Dia kemudian berada dihadapan raja dengan menebak jumlah pasukan yang berbaris. Raja itu pun tertunduk, bergetar dan ciut nyalinya menghadapi kesaktian Saridin. Seketika itu raja takluk dihadapan Saridin, namun dia tidak menerima sembah bakti. Saridin menyarankan untuk tunduk kepada Sultan Agung saja, sebab Saridin adalah salah satu hamba dari Mataram. Dengan demikian raja tersebut tunduk-takluk kepada Sultan Agung tanpa perlawanan sama sekali. Selain sakti mandraguna, Saridin juga dikenal sebagai ahli berdakwah Agama Islam. Beramal ibadah, membantu kaum du’afa dan para fakir-miskin. Ketenaran Saridin sampai ke wilayah Mataram. Kehebatan Syeh Jangkung akhirnya sampai di telinga Sultan Agung Raja Mataram. Sultan Agung sedang bingung karena warga di Alas Roban mengadu karena saat ini banyak warga yang menderita karena Ki Jati, penguasa alas Roban sangat kejam dan banyak membunuh warga yang akan membuka ladang di daerah itu.

Ki Jati adalah orang yang sangat sakti yang bisa berubah menjadi siluman ular yang sangat ganas. Tidak itu saja. Ki Jati yang menganut aliran sesat, selalu menculik gadis-gadis muda di sekitar alas roban untuk dijadikan tumbal agar dia tetap digdaya dengan ilmu hitamnya. Sultan Agung lalu minta tolong pada Syeh Jangkung untuk menumpasnya. Syeh Jangkung lalu mendatangi Ki Jati. Terjadilah pertarungan hebat antara Syeh Jangkung dengan Ki Jati. Ki Jati kalah dan Syeh Jangkung minta agar Ki Jati berjanji akan meninggalkan alas roban. Namun Ki Jati masih menyimpan dendam pada Syeh Jangkung.  Atas jasa menumpas penguasa Alas Roban, Syeh Jangkung mendapat hadiah dari penguasa Mataram, Sultan Agung, untuk mempersunting kakak perempuannya, Retno Jinoli. Saat Syech Jangkung
berbahagia akan melaksanakan pernikahannya, Ki Jati yang masih dendam raganya masuk kedalam Retni Jinoli. Syeh Jangkung kini harus berhadapan dengan siluman ular Alas Roban yang merasuk ke dalam diri Retno Jinoli. Dengan Syeh Jangkung merukyah calon istrinya. Istri Syeh Jangkung sembuh dan siluman ular yang masuk ke raga Retno Jinali keluar. Syeh Jangkung marah hingga akhirnya dapat membunuh Ki Jati Wanita trah Keraton Mataram itu lalu menjadi istri sah Syeh Jangkung dan diboyong ke Miyono.

Saat usia Syech Jangkung mendekati senja dia memilih hidup sebagai petani dengan membuka perkampungan baru di kawasan Pati, Jawa Tengah. Dalam perjalanan mencari perkampungan sampailah di Desa Lose. Di sini, dia bertemu dengan tujuh orang yang sedang memperbaiki atap sebuah rumah.
Makam Gus Momot (Putra Syech Jangkung)
LALU DARISINILAH SYEKH JANGKUNG INGIN MEMBUKTIKAN KEBAIKAN PERILAKU KETUJUH ORANG TERSEBUT. LANTAS, DIA MENGALIHKAN PERHATIAN MEREKA DENGAN BERTANYA APAKAH ADA WARGA SEKITAR YANG AKAN MENJUAL KERBAU. MAKSUD SYEKH JIKA ADA MAKA DIA INGIN MEMBELI DUA EKOR DENGAN ALASAN UNTUK KEPERLUAN MEMBAJAK SAWAH.

Ke tujuh orang melihat pakaian Syekh Jangkung yang compang-camping tidak mengindahkan pertanyaan tersebut. Malah menghinanya dengan jawabannya yang menyakitkan. Mereka mengatakan di desanya tidak akan ada orang menjual kerbau padanya. Namun, bila mau dia akan diberi kerbau yang sudah mati. Di luar perkiraan ke-tujuh orang itu, Syekh Jangkung menerima tawaran mereka. Lalu berangkatlah mereka bersama menuju tempat kerbau mati. Syekh Jangkung lantas menatap seonggok kerbau yang sudah tidak bergerak itu. Badannya sangat besar dengan tanduk yang sudah melengkung. Melihat kerbau itu, Syekh Jangkung lantas salat dan meminta kepada Allah agar kerbau itu dihidupkan kembali. 

“Sekarang bangunlah,” ujar Syekh Jangkung sambil mengelus-elus tanduk kerbau itu. Aneh bin ajaib, tiba-tiba kerbau itu mengibaskan ekornya menandakan dia hidup kembali. Tahu kejadian ajaib itu serta merta ke tujuh orang yang semula meremehkan diri Syech Jangkung langsung bersujud untuk menyampaikan permintaan maafnya. Sejak itu Syekh Jangkung membuka perkampungan di tempat ke tujuh orang tersebut. Yang lantas dikenal dengan nama Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Pati. 

Sebelum meninggal dunia, Syekh Jangkung berpesan agar kelak kerbau itu disembelih dan dibagikan kepada seluruh penduduk. Tapi, ketika dia meninggal dunia, kerbau itu menghilang dan baru muncul pada hari ke 40. Oleh anaknya, kerbau itu disembelih dan dibagikan kepada penduduk Landoh. Sementara itu, kulitnya (lulang) disimpan dengan rapi.

Suatu ketika ada seorang pedagang yang kehilangan sabuk pengikat barang dagangan. Dia mengadu kepada Tirtokusumo, anak Syekh Jangkung yang akhirnya memberikan tulang kerbau peninggalan ayahnya. Namun, di pinggir kampung sapi yang mengenakan tulang kerbau itu mengamuk. Tak seorang pun yang berhasil membunuhnya. Anehnya, sapi itu tiba-tiba menjadi kebal terhadap senjata. Ketika sapi itu kelelahan, Tirokusumo mengambil tulang kerbau itu. Dan, sapi itupun dengan mudah bisa dibunuh dengan tombak. Dari kejadian tersebut, akhirnya masyarakat yakin jika tulang Kebo Landoh adalah jimat sakti untuk kekebalan. Tirtokusumo kemudian membagikan lulang-lulang itu (dalam ukuran kecil) kepada penduduk Desa Landoh, termasuk Sultan Agung.

#AKAtrans Blora, Menyediakan Layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Wednesday 12 June 2019

WISATA KERATON SURAKARTA HADININGRAT


#AKAtrans Blora - Warisan kerajaan Jawa yang memerintah beberapa abad yang lalu telah menjadi ikon Kota Solo (Surakarta). Kerajaan ini bernama Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 Masehi, sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Memiliki luas area sekitar 54 are dan banyak koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan. Salah satu bangunan bertingkat yang menarik di Keraton Kasunanan yaitu Menara Sanggabuwana, konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan (Nyai Roro Kidul)  dengan Raja. Menara ini didirikan oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan dulu.

Keraton Surakarta Hadiningrat

Ketika Kita berkunjung ke Keraton Kasunanan ada beberapa tempat yang tidak boleh Kita masuki, yaitu kediaman Raja Pakubuwono. Area di Keraton Kasunanan yang boleh dikunjungi publik salah satunya adalah pendopo besar di dalam Sasana Sewaka, dimana pertunjukan tari dan gamelan disuguhkan di tempat itu. Ketika masuk Sasana Sewaka Kita harus melepaskan alas kaki dan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir yang diambil langsung dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi.
Kita juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalam kawasan Keraton Kasunanan. Terdapat berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan beberapa koleksi lainnya.

Selain Kita bisa menikmati keindahan bangunan keraton, Keraton Kasunanan Surakarta juga menawarkan wisata warisan budaya seperti upacara adat, tarian sakral dan musik diantaranya adalah yang terkenal adalah sekaten dan malam Suro. Sekaten adalah upacara perayaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW selama 7 hari dan pada hari terakhir ditutup dengan Gunungan Mulud. Satu bulan sebelumnya juga diselenggarakan pasar malam Sekaten di area alun-alun utara keraton (Alun-alun Lor). Berbeda dengan Sekaten, Malam Suro adalah memperingati tahun baru menurut kalender Jawa atau juga (Tahun Hijriyah). Perayaan ini ditandai dengan Kirab Mubeng Beteng dengan membawa pusaka keraton termasuk kerbau pusaka Kyai Slamet.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Monday 10 June 2019

DESA WISATA TEMPURAN KAMPOENG BLURON BLORA


#AKAtrans Blora - Ya, kali ini kita akan menikmati destinasi Desa Wisata Tempuran Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa tengah. 
Destinasi ini merupakan tempat wisata yang harus kita kunjungi karena pesona keindahannya lumayan bagus.
Penduduk lokal daerah tempuran juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. 
Kota blora juga terkenal akan keindahan obyek wisatanya , salah satunya contohnya adalah Wisata Kampoeng Bluron memiliki tata letak artistik minimalis eksklusif. 
Desain arsitekturnya unik dan cantik dengan dihiasi aneka patung binatang yang lucu-lucu. Kita bisa menyalurkan hoby NARSIS bersama patung-patung lucu. Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa merupakan tempat wisata yang dibuka sekitar bulan September 2009.
 Destinasi ini memberikan hiburan bagi masyarakat Blora yang suka akan wisata air, keberadaanya mampu mendongkrak perekonomian dengan terserapnya tenaga kerja dari warga sekitar, selain tempatnya yang sejuk, bersih dan di lindungi oleh pohon – pohon tinggi, sejauh mata memandang adalah air itulah gambaran keindahan di Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa tengah ini.
Wisata Kampoeng Bluron di Tempuran Blora Jawa bisa dibilang sebuah wisata air yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :

Desa Wisata Tempuran Kampoeng Bluron
•Musholla
•Area Parkir Kendaraan
•Kamar mandi / MCK
•Penginapan
Bagi wisatawan asal kota blora sudah tidak bingung lagi untuk mendatangi lokasi Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa. Akan tetapi bagaimana bagi wisatawan luar kota bahkan luar negeri, tentu mereka bingung dan takut kesasar. Tapi jangan khawatir bagi wisatawan luar kota blora saya mempunyai solusinya agar kita semua tidak kesasar.
Tentunya sarana transportasi apa yang kita pakai untuk berwisata ke Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa tengah  ini dengan kendaraan pribadi seperti : Mobil atau motor pribadi. Kita bisa meminta panduan arah ke  Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa tengah via google maps yang terpasang di smartphone kita. Karena memakai kendaraan pribadi akan lebih menyenangkan dari pada memakai kendaraan umum.
Akan tetapi jika kita memakai kendaraan umum seperti : bis umum atau angkutan lainnya juga bukan masalah besar, pasalnya kita bisa berhenti di terminal bus kota atau desa tujuan kita. Setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek ataupun kendaraan pribadi kita menuju lokasi Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa tengah tersebut.
Saran dan tips sebelum menuju ke tempat Wisata Kampung Bluron di Tempuran Blora Jawa, kita perlu mempersiapkan keperluan yang kita butuhkan. Serta beberapa barang tambahan seperti  kamera karena kita pasti ingin mengabadikan moment bersama kelurga ataupun teman – teman kita.
Jangan lupa bawa perlengkapan kesehatan (contohnya adalah sabun,tissue basah, sampo, antiseptik). Siapkanlah fisik dan kendaraan kita supaya liburan kita berjalan dengan lancar.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman & Nyaman..

Tuesday 4 June 2019

(WISATA) MUDIK IDUL FITRI 1440 H


#AKAtrans Blora - Hmm.. Idul Fitri sudah didepan mata, kini saatnya kita Pulang Kampung alias Mudik..!

Ya Guys.. Mudik ini sudah menjadi Urban Culture yang adanya hanya satu satunya cuma ada di Indonesia. Bagaimana tidak, Jutaan Ummat Muslim secara serentak berbarengan melakukan perjalanan pulang kampung atau yang sudah kita akrab dengan sebutan Mudik secara serempak dan berbarengan memenuhi jalan jalan seantero Negeri.

Hampir semua Moda Transportasi digunakan secara massal dan maksimal..! Khususon Idul Fitri 1440 H atau Lebaran 2019 iniumgkin yang menggunakan Moda Transportasi Pesawat Terbang sedikit berkurang karena harga tiket gila gilaan..!! Dan solusi serta alternatifnya Ummat Islam mudik tahun ini lewat Darat dan kalau terpaksa lewat Laut (Kapal Ferry).

Ok, Guys.. Selamat Mudik ya, Tiati di jalan.. Minal 'Adin wal Faizin.. Mohon Maaf Lahir dan Bathin..

#AKAtrans Blora, Menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman..

Tuesday 7 May 2019

WISATA GOA TERAWANG BLORA - PART 02


#AKAtrans Blora - Hai Guys..! Apa Kabar..? Semoga semua Baik saja yah..
Sudah tau kan..? Kalau kita sedang travelling ke Blora, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi objek menarik yang ada di Blora. 
Ya, salah satu destinasi yang menarik adalah Goa Terwang yang sangat epik dan menarik.
Saat mengunjungi Goa Terawang kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang mepanjang perjalanan kita akan disajikan banyak pohon jati yang tertata sangat rapi di Pegunungan Kapur Utara, Jawa Tengah. 
Kita juga akan menemukan banyak perumahan warga yang masih mengusung adat jawa tempo dulu dengan dinding kayu dan atap yang tinggi.
Goa Terawang berda di Kedungwungu Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58256.
Ada yang menarik dari objek wisata Goa Terawang, yakni goa ini terbentuk di daerah endapan batu gamping Pegunungan Kapur Utara.
Saat memasuki pintu masuk Goa Terawang, kamu pertama kali akan disambut oleh taman bermain untuk anak-anak.

Setelah itu kita akan melewati anak tangga sepanjang sekitar 15 meter agar sampai ke mulut goa.
Uniknya lagi, saat memasuki Goa Terawang ini kita akan menemukan 5 gua lain yang saling menyambung.
Goa Terawang Blora yang Unik dan Eksotis
Goa Terawang ternyata merupakan goa yang bangunannya sangat memanjang.
Selain Goa Terawang, kita juga akan menemukan Goa Kuncir, Goa Manggah, Goa Gombak, Goa Bebek, hingga Goa Macan.
Saat memasuki dalam Goa Terawang kita akan terkesima dengan arsitektur bangunannya.

Lubang di langit-langit goa ini memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam dan menyinari dalam ruangan goa secara alami.
Selain itu, adanya lubang tersebut juga digunakan sebagai ventilasi udara goa yang cukup baik agar udara di dalam gua tidak pengap.
Bahkan dari dalam goa kita bisa melihat keasrian pohon jati yang tinggi melalui lubang di langit-langit goa.

Adanya cahaya matahari yang masuk melewati lubang di langit-langit goa ini ternyata bisa membantu kita melihat detail dinding goa.
Selain itu jika kita mengunjunginya saat Golden Time, kita akan mendapatkan siluet yang sempurna.
Cahaya matahari keemasan yang tenggelam dan menyisakan sinarnya di lubang langit-langit gua ini mampu membuat area dalam goa terkesan romantis.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman.