Showing posts with label wisata religi ziarah sunan kalijaga. Show all posts
Showing posts with label wisata religi ziarah sunan kalijaga. Show all posts

Thursday, 25 July 2019

WISATA RELIGI - ZIARAH WALISONGO SUNAN KALIJAGA


#AKAtrans Blora - Makam salah satu Wali dari jajaran walisongo ini terletak di Desa Kadilangu, Kab Demak, (Bintoro), Jawa Tengah. Kalau dari kota Semarang arahnya ketimur, bila ditempuh dengan kendaraan roda 4 kurang lebih satu hingga satu setengah jam perjalanan.

Makam keramat kadilangu atau makam kanjeng Sunan Kalijaga cukup mudah di temukan karena di sepanjang jalan ada rambu-rambu atau petunjuk jalan yang memang mengarah ke Masjid Kadilangu (Makam Sunan Kalijogo). Bahkan bagi orang awam sekalipun yang tidak hafal jalan, dapat dengan mudah menemukannya, Kita bisa bertanya kepada masyarakat sekitar Demak, mereka pasti sangat tahu dimana alamat makam keramat Sunan Kalijogo atau petilasan Sunan Kalijogo.

Kanjeng Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali Songo yang memiliki kesaktian tinggi, beliau juga ikut ambil bagian dalam pembangunan Masjid Agung Demak, yang terkenal dengan soko kayu. Selain dikenal sakti Kanjeng Sunan Kalijaga juga terkenal “Mandi Pangucape” (Ucapannya Manjur/ampuh), apapun yang keluar dari mulut Sunan Kalijaga bisa terwujud. Tak heran jika makam beliau banyak didatangi oleh orang-orang penting untuk ngalap berkah, Banyak yang percaya bahwa datang kemakam  kadilangu, dan berdoa disana, maka akan dimudahkan Rejekinya, di naikkan jabatannya, dipermudah jodoh, cepat mendapatkan apa yang diingnkannya dan juga menjadikan hati tenang dan menjauhkan dari segala persoalan hidup. Dan itu semua tentunya dengan Izin Gusti Allah SWT, Sang Penguasa Kehidupan di bumi dan juga langit.

MASJID AGUNG DEMAK (BINTORO)
Makam Sunan Kalijaga sangat ramai di kunjungi oleh para peziarah, mereka datang dari berbagai penjuru tanah air. Tidak hanya masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya saja, bahkan yang dari luar Jawa pun dapat di jumpai disana. Tak hanya masyarakat biasa, bahkan para pejabat tinggi, artis-artis dan para tokoh-tokoh negara tidak sedikit yang berkunjung ke makam Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu ini.

#AKAtrans Blora, menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman.. 

Saturday, 18 October 2014

PAKET WISATA RELIGIUS ZIARAH SUNAN KALIJAGA

Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi. Dan hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Suatu hari, Saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang. Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke Sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu,ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil memengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaansekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Raja"). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.
Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang. Sumber: Wikipedia 
AKAtrans juga menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman. PAKET WISATA RELIGIUS ZIARAH SUNAN KALIJAGA menjadi trip yang mengesankan. Selain refreshing berwisata, juga menjadi sarana ibadah mengenang perjuangan Da’wah walisanga dan meneladaninya. So, Tunggu apalagi..? (AT)