Dewasa ini, di era digital yang serba super
cepat ini,
istilah "influencer" semakin akrab dan sering kita dengar. Media
sosial telah menjadi “Stage” panggung bagi personal dan individu untuk
membangun “Branding” dan pengaruh yang terhubung dengan audiens dalam skala
kecil maupun besar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan influencer, dan siapa
saja mereka, lalu bagaimana mereka bekerja? tulisan ini akan mengupas tuntas
tentang influencer, peran mereka dalam pemasaran digital, serta potensi
penghasilan yang bisa didapatkan. Sekaligus kita akan berkenalan dengan salah
satu influencer muda yang berbakat yang terlahir, tumbuh dan berkembang dari
kalangan pesantren (Santriwati).
Apa sih yang
Dimaksud dengan Influencer?
Sederhananya, sosok influencer
adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Dan Pengaruh
ini bisa terjadi karena berbagai banyak faktor, seperti otoritas, pengetahuan,
posisi, atau hubungan yang kuat dengan audiens atau netizen. didalam konteks
media sosial, influencer adalah individu dengan jumlah follower atau pengikut
yang signifikan dan mampu mempengaruhi perilaku pengikutnya. Mereka adalah
individu yang dapat menggerakkan sejumlah besar orang untuk melakukan tindakan
tertentu, tanpa batasan waktu dan tempat. Bahkan untuk hal hal yang sangat
spesifik seperti lifestyle etc.
Berikut Definisi
Influencer menurut
Brown & Hayes | 2008
Melihat influencer sebagai pihak
ketiga yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan.
Dalam dunia bisnis, influencer
dapat mengkoordinasi dan mendorong terciptanya produk baru. Mereka juga dikenal
sebagai pemimpin opini kunci (key opinion leaders).
Pemasaran influencer (influencer marketing) adalah
strategi di mana perusahaan bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan kesadaran
merek dan penjualan. Strategi ini memanfaatkan audiens dan kredibilitas
influencer untuk mempromosikan produk atau layanan. Ini telah menjadi pilihan
populer bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk mereka.
Influencer tidak hanya terbatas
pada selebriti atau tokoh terkenal, tetapi juga bisa orang biasa yang memiliki
keahlian atau minat khusus di bidang tertentu. Mereka bisa berasal dari
berbagai kalangan, mulai dari blogger, YouTuber, selebgram, hingga content
creator di TikTok.
Apa saja jenis-jenis
Influencer?
Influencer dapat dikategorikan berdasarkan jumlah pengikut dan platform media sosial yang digunakan.
1.
Berdasarkan Jumlah Pengikut:
Nano Influencer Memiliki pengikut di bawah 10.000 akun. Nano influencer seringkali memiliki engagement yang sangat tinggi dengan pengikutnya karena interaksi yang lebih personal. Mereka dianggap lebih dekat dengan followers dan memberikan rekomendasi yang lebih terpercaya.
Micro Influencer Memiliki pengikut antara 10.000 hingga 100.000 akun. Biasanya ahli di bidang tertentu dan memiliki pengikut yang loyal karena konten yang spesifik. Mereka sering menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin menargetkan audiens yang lebih spesifik.
Macro Influencer Memiliki pengikut lebih dari 100.000 hingga satu juta akun. Cenderung memiliki audiens yang lebih beragam, tetapi tetap bisa menjangkau banyak orang. Fokus mereka adalah brand awareness atau kesadaran merek.
Mega Influencer Memiliki pengikut lebih dari 1 juta akun. Biasanya adalah selebriti atau tokoh terkenal yang memiliki jangkauan luas. Walaupun jangkauan pesannya sangat luas, engagement dengan followers tidak sekuat influencer dengan jumlah pengikut yang lebih sedikit.
2.
Berdasarkan Platform Media Sosial:
Blogger | Menggunakan blog sebagai platform utama untuk menyampaikan konten. Mereka biasanya menulis ulasan produk atau berbagi pengalaman dengan gaya yang mendalam dan informatif.
YouTuber | Membuat konten video di YouTube. Mereka dapat mengulas produk, membuat vlog, atau berbagi konten menarik lainnya.
Selebgram | Membagikan foto dan video yang menarik di Instagram serta sering kali melakukan endorsement atau promosi produk.
TikTok Creator | Membuat konten video pendek di TikTok. Dengan algoritma yang unik, konten di TikTok dapat dengan cepat menjadi viral.
Siapa Influencer di Indonesia? Indonesia memiliki banyak influencer dengan berbagai latar belakang dan bidang keahlian. Beberapa contoh influencer terkenal di Indonesia:
Tasya Farasya | Seorang influencer kecantikan yang dikenal dengan tutorial makeup mendalam dan ulasan produk.
Raffi Ahmad & Nagita Slavina | Pasangan selebriti dengan kehadiran signifikan di dunia hiburan dan media sosial.
Atta Halilintar | Seorang YouTuber terkemuka dengan banyak pengikut, dikenal karena kontennya yang beragam termasuk vlog harian, tantangan, dan musik.
Maudy Ayunda | Seorang penyanyi, aktris, dan aktivis pendidikan, dikenal karena prestasi akademiknya dan pemikiran inspiratif yang dibagikan di media sosial.
Bintang Emon | Seorang komedian dan aktor yang menggunakan platformnya untuk membahas isu-isu sosial dan politik.
Selain nama-nama di atas, masih
banyak influencer lain yang memiliki pengaruh besar di Indonesia, baik di
tingkat nasional maupun komunitas seperti di lingkungan pesantren:
Kharirqolbie adalah sosok santriwati yang punya talenta untuk menjadi seorang content creator dan sekarang sudah menjadi salah satu influencer berbakat yang berfokus pada konten lifestyle dan kuliner and food.
Kharirqolbie punya gaya yang khas, dan penyampaian yang autentik, komunikatif, dan menarik.
Kharirqolbie aktif membagikan rekomendasi kuliner, ulasan makanan, serta aktivitas keseharian yang dekat dengan audiens. (Daily Food Suplay)
Dengan Memiliki lebih dari 200K Follower di Instagram (@kharirqolbie) dan 800K Follower
di TikTok (@kharirkhaura), Kharirqolbie telah membangun komunitas yang aktif
dan memiliki tingkat interaksi (Engagment) yang baik. Konten yang dibuat
mengutamakan kualitas visual, kejujuran dalam memberikan ulasan, serta mampu
membantu meningkatkan ekspossure dan kepercayaan terhadap berbagai produk
maupun bisnis.
Dengan pengalaman bekerja sama dengan berbagai UMKM dan brand, Kharirqolbie siap menjadi mitra promosi yang profesional melalui konten kreatif, informatif, dan mampu menjangkau audiens secara luas.
Lalu, Apa Tugas dari Influencer?
Tugas utama seorang influencer
adalah mempengaruhi audiens mereka. Namun, tugas ini dapat mencakup berbagai
macam kegiatan, tergantung pada platform dan tujuan mereka:
1. Membuat
Konten
Influencer membuat konten menarik
dan berkualitas di platform media sosial mereka. Konten ini bisa berupa foto,
video, tulisan blog, atau bentuk konten lainnya.
2. Membangun
Engagement
Influencer berinteraksi dengan
pengikut mereka untuk membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan engagement.
3.
Mempromosikan Produk atau Jasa
Influencer sering kali bekerja
sama dengan merek atau perusahaan untuk mempromosikan produk atau jasa mereka.
Bentuk promosi ini bisa berupa endorsement, paid promote,
atau brand ambassador.
4.
Memberikan Review atau Ulasan
Influencer dapat memberikan review
jujur tentang produk atau jasa untuk membantu pengikut mereka membuat keputusan
pembelian.
5.
Menginspirasi dan Memberikan Pengaruh Positif
Selain mempromosikan produk,
influencer juga memiliki peran untuk menginspirasi dan memberikan pengaruh
positif kepada audiens mereka.
Influencer juga melakukan Affiliate Marketing,
yang dimana ini adalah metode di mana influencer akan mendapatkan komisi dengan
mempromosikan produk atau layanan orang lain melalui tautan atau kode khusus.
Dalam menjalankan tugasnya, seorang influencer perlu memiliki etika yang baik dan bertanggung jawab atas konten yang mereka buat. Influencer juga harus transparan tentang endorsement atau kerjasama berbayar mereka dengan merek atau perusahaan.


No comments:
Post a Comment