Saturday, 28 July 2018

WISATA ALAS LITERASI BANJARHARJO YOGYA

#AKAtrans Blora - Bagi Kita,  Membaca buku biasanya dilakukan di perpustakaan, rumah ataupun toko-toko buku. Namun, berbeda dengan alas Literasi Banjarharjo.

Selain sebagai tempat wisata, alas yang terletak diantara puncak Becici dan pinus Mangunan ini juga menyajikan aneka macam buku. Kita, akan disambut dengan jalan setapak diantara deretan pepohonan mahoni yang rindang.
Beberapa gazebo yang sudah dihiasi kelambu putih dan bunga menjadi spot selfie instagramable.

Ada beberapa warung di Alas Literasi ini.
Menariknya, sembari menunggu makanan yang dipesan, para pengunjung bisa menunggu dengan membaca-baca buku yang telah disediakan di setiap meja.
Rindangnya pohon mahoni diatas lahan seluas 3800 meter persegi ini membuat suasana teduh dan tenang.

Membaca buku diantara sepoi-sepoi angin dan bunyi serangga yang saling bersahutan, membuat suasana lebih hidup dan nyaman
Bayu Endriyanto, Sebagai koordinator pengelola mengatakan, alas literasi Banjarharjo mulai dibuka sejak 1 januari 2018 lalu.

Ide awalnya sebagai pusat dari kegiatan masyarakat di dusun Banjarharjo 1 dan Banjarharjo 2, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul.
"Selain tempat membaca buku, beberapa aktivitas sosial ada di sini (alas Literasi Banjarharjo). Dari pojok baca, kelas dolanan dan senam sehat para ibu-ibu," ujar Bayu, Sabtu (28/07/2018).

Bayu menjelaskan, bahwa kelas dolanan tradisional yang diikuti anak-anak digelar setiap hari Rabu. Sementara untuk senam sehat ibu-ibu, dilakukan setiap jumat sore.

Alas Literasi sangat cocok sebagai tempat rehat usai berwisata.
Selain lokasinya yang strategis, alas Literasi Banjarharjo juga menawarkan menu kuliner khas deso dengan menu unggulan sego Ngalas.

Sego ngalas sendiri perpaduan dari nasi putih dengan lauk telur, aneka sayur gudangan, sambal yang terbuat dari parutan kelapa dan oseng tempe.
Uniknya, semua hidangan dari nasi ngalas ini disajikan diatas lembaran daun jati.
"Nasi Ngalas ini adalah makanan khas warga Banjarharjo ketika pergi ke ladang," terang Bayu.

Kita sebagai pengunjung akan disuguhi sajian yang enak dengan pemandangan yang unik serta suasana khas alam desa dusun Banjarharjo.
Ketika ditanya koleksi buku, Bayu menjelaskan, koleksi buku yang ada di Alas Literasi Banjarharjo sejauh ini baru memiliki 600 lebih judul buku.

Semua buku itu berasal dari bantuan pemerintah melaui Dinas perpustakaan dan arsip Kabupaten Bantul dan sebagainya lagi berasal dari donatur.
"Sejauh ini kami masih memiliki kekurangan tempat (rak) yang terbatas," ungkapnya.

Tujuan dari pembuatan alas Literasi Banjarharjo ini adalah untuk turut serta mencerdaskan dan mengenalkan masyarakat untuk lebih mencintai buku.
"Jadi, datang kesini bukan hanya untuk makan dan selfie. Tapi bisa juga untuk menambah wawasan dengan membaca buku," tutup dia.

#AKAtrans Blora, Menyediakan layanan transportasi yang Aman dan Nyaman.